Langsung ke konten utama

Untukku yang Mendidikku, Terimakasih semuanya


Assalamu'alaikum Sahabat.

     Setiap manusia yang terlahir di dunia ini, mempunyai skill dan kelebihan masing-masing. Tak jarang setiap individu mempunyai idola masing-masing. Dengan memiliki idola tersebutlah setiap individu menirunya, dari mulai gaya ramput, pakaian, gaya bicara dan lain-lain. Individu mempunyai idola memiliki alasan masing-masing, alasan yang paling umum biasanya ingin tenar, kalaupun sudah tenar akan jadi artis, kalaupun sudah jadi artis uangpun mengalir, dapet endorse dan lain-lain. Sama halnya di youtube, di youtube itu kan isinya berbagai macam video, dari prosedur pembuatan, humor, film, clip, cover, dan lain-lain. Seseorang yang memiliki ide kreatif dan enak di tonton akan lebih cepat mendapatkan pengikut.
   Dalam setiap orang berkarya pasti perlu kerja sama yang baik antara individu lainnya. Perlu bersosialisasi sesama individu. Sebagai makhluk sosial, individu membutuhkan individu lainya untuk mencapai  cita-citanya, ada juga yang membutuhkan kebiasaan individu lain tanpa harus memintanya.. ya kali ini yang akan di bahas yaitu individu membutuhkan kebiasaan individu lain tanpa memintanya. Secara garis besar yaitu teman, sahabat,dan keluarga. 3 Unsur tersebut lah yang akan menjadikan seorang individu mencapai tujuanya.
1.Unsur yang Pertama
Keluarga yang mampengaruhi kepribadian:
Secara etimologis, kepribadian atau personality berasal dari bahasa Latin “person” (kedok) dan “personare” (menembus). Persona biasanya dipakai oleh para pemain sandiwara pada zaman kuno untuk memerankan satu bentuk tingkah laku dan karakter pribadi tertentu. Sedangkan personare adalah bahwa para pemain sandiwara itu dengan melalui kedoknya berusaha menembus keluar untuk mengekspresikan satu bentuk gambaran manusia tertentu. Misalnya; seorang pemurung, pendiam, periang, peramah, pemarah, dan sebagainya. Jadi persona itu bukan pribadi pemain itu sendiri, tetapi gmabaran pribadi dari tipe manusia tertentu dengan melalui kedok yang dipakainya (Syamsu Yusuf: 2006). Sedangkan menurut Roucek dan Warren, kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku seseorang. Kepribadian dapat juga diartikan sebagai “Kualitas perilaku individu yang tampak dalam melakukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan secara unik” (Abin Syamsuddin Makmun, 1996).
Kepribadian seseorang terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu; faktor fisik, inteligensi, keluarga, teman sebaya (peer group), dan kebudayaan. Pada kesempatan kali ini, saya hanyaakan membahas faktor keluarga yang mempengaruhi kepribadian seseorang.
F.J. Brown berpendapat bahwa ditinjau dari sudut pandang sosiologis, keluarga dapat diartikan dua macam, yaitu a) dalam arti luas, keluarga meliputi semua pihak yang ada hubungan darahatau keturunan yang dapat dibandingkan dengan “clan” atau marga; b) dalam arti sempit keluarga meliputi orangtua dan anak (Syamsu Yusuf: 2006).Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan kepribadian anak, terutama kedua orangtuanya. Bayi yang baru lahir sangat tergantung dari lingkungan terdekatnya, khususnya orangtua ayah dan ibunya. Hal ini didukung oleh teori diferensial yang menyatakanbahwa “Anak dianggap relatif mempunyai kelekatan dengan ibunya sampai kurang lebih 6 tahun; baru sesudahnya anak akan mengadakan ikatan dengan orang-orang dewasa yang lain”.Ketergantungan tersebut hendaknya dimanfaatkan oleh orangtua untuk menciptakan lingkungan keluarga sebagai lingkungan sosial pertama bagi anak. Melalui pengamatan oleh anak terhadap berbagai perilaku yang ditampilkan secara berulang-ulang dalam keluarga, interaksi antara ayah-ibu, kakak, dan orang dewasa lainnya, anak akan belajar dan mencoba meniru perilaku-perilaku tersebut dan kemudian akan menjadi sebuah kebiasaan atau kepribadiannya. Sejak lahir seorang anak telah memiliki kebutuhan yang harus terpenuhi. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisiologis seperti; makan, minum, kebutuhan rasa aman, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan dihargai dalam suasana hubungan yang stabil dan menyenangkan. Memberikan pujian dan penghargaan begitu penting saat anak melakukan perbuatan baik. Hal tersebut menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak akan kemampuan dirinya.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut seyogyanya dapat dipenuhi anak di lingkungan yang merangsang perkembangan anak. Sehingga sesibuk apapun orangtua akibat pekerjaan, organisasi, ataupun kegiatan lainnya harus tetap memberikan perhatian kepada anaknya. Untuk itu yang perlu diperhatikan ketika mendidik anak adalah pentingnya memperlakukan anak sebagai pribadi yang aktif yang perlu dirangsang untuk menghadapi dan mengatasi sebuah masalah. Mengasuh, membina, dan mendidik anak di rumah merupakan kewajiban kedua orangtuauntuk membentuk kepribadian anak. Suasana atau iklim keluarga sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak. Seoaranganak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang harmonis dan agamis, dalam arti orangtua memberikan curahan kasih sayang, perhatian serta bimbingan dalam kehidupan keluarga, maka perkembangan kepribadian anak tersebut akan cenderung positif. Adapun anak yang dikembangkan dalam lingkungan keluarga broken home, kurang harmonis, orang tua bersikap keras terhadap anak atau tidak memperhatikan nilai-nilai agama dalam keluarga, maka perkembangan kepribadiannya cenderung akan mengalamai distorsi atau mengalami kelainan dalam penyesuaian dirinya (maladjustment) (dalam Syamsu Yusuf: 2006). Pola pengasuhan orang tua juga akan mempengaruhi bagaimana kepribadian anak di masa akan datang. Ada tiga jenis sikap orang tua dalam keluarga, yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, yaitu sikap otoriter, sikap liberal, dan demokratis (dalam Diana Mutiah, 2010).
Pertama, orang tua yang bersikap otoriter cenderung akan memaksakan kehendaknya sehingga anak tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya, cita-cita keinginannya kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya. Akibatnya rasa sosial, kreativitas, dan keberanian anak kurang berkembang dengan baik. Selain itu anak menjadi pemalu/penakut, terkadang keras kepala sehingga menyebabkan dia suka menyendiri. Kedua, orang tua yang bersikap liberal memiliki pandangan bahwa anak dianggap sebagai orang dewasa yang dapat mengambil keputusan dan atau tindakan tanpa bimbingan. Adapun akibatnya anak kurang memiliki rasa tanggung jawab dan cenderung bertindak sesuka hatinya. Ketiga,orang tua yang memiliki karakteristik pengasuhan demokratis akan memperhatikan anak sesuai dengan tahapan perkembangan usianya dan mempertimbangkan setiap keinginan anaknya. Menurut Diana Mutiah (2010) anak dalam pengasuhan orang demokratis akan menunjukkan sikap atau perilaku tanggung jawab yang besar, dapat menerima perintah dan dapat diperintah dengan wajar, dapat menerima kritik secara terbuka, memiliki keberanian untuk berinisiatif dan kreatif, memiliki emosi yang stabil, dapat menghargai pekerjaan atau jerih payah orang lain, mudah beradaptasi, lebih toleran, mau menerima, dan memberi. Memiliki rasa sosial yang besar, konsep dirinya yang positif, dapt bekerja sama, dan kontrol diri yang besar. Dengan begitu kepribadian seseorang tergantung pada asuhan Orang tua dan lingsungan kecil. Setiap orang pasti memiliki kelebihan masing-masing, dengan kelebihan itu dijadikan sifat yang menonjol pada diri seseorang.
2.Unsur Teman
Kita telah melihat bagaimana anak-anak dengan cepat meniru sikap, kebiasaan, ketakutan, dan kesenangan orang tuanya. Baik dalam hal kesukaan akan makanan, sikap, pandangan agama dan politik, atau jenis perilaku lain, anak merupakan refleksi hidup dari bagaimana orang tua. Seacara umum bisa dikatakan bahwa seorang anak tumbuh dan berkembang dengan cara sebuah pengawasan orang tua, bahkan seorang anak secara otomatis akan berpikir dan belajar melalui sebuah peniruan.
Begitu juga dengan hal nya orang dewasa, mereka juga akan terus meniru orang lain sepanjang hidup, tahap awal mereka secara otomatis akan meniru gaya hidup lingkungan sekitar, kemudian lingkungan pekerjaan nya dan mereka meniru gaya para pemimpin dan tindakan mereka dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar mereka bahkan sahabat sekalipun.
kita dapat memeriksa hal ini dengan mudah, pelajari salah seorang teman yang kita miliki dan orang tempat lingkungan hidupnya. Ada beberapa cara orang meniru gaya hidup orang lain, cara berbicara, cara makan, ekspresi wajah dan sikap, pilihan pakaian, dan kesenangan pada hiburan. Cara lain untuk mengetahui kekuatan peniruan adalah mengamati sikap para pegawai di dunia pekerjaan dan membandingkannya dengan “pemimpin”. Ketika pemimpin itu gugup, tegang, cemas, orang-orang terdekatnya merefleksikan sikap serupa. Tapi ketika Pemimpin berada di puncak, merasa senang, pegawainya pun demikian. Intinya hampir semua orang di dunia ini hidup dengan cara meniru, baik itu dilakukan secara sengaja atau secara disadari, maupun dilakukan secara tidak disadari. Ikutlah hal-hal yang baik dan bersifat positif. Terkadang kita tidak masalah jika ingin menjadi dan meniru orang lain, namun yang terpenting adalah jangan sampai keilangan diri sendiri.
3.Unsur Sahabat

memiliki seorang sahabat sejati adalah keberuntungan sekaligus anugerah yang luar biasa. Terlebih lagi di jaman seperti ini, sangat susah untuk bisa menemukan sosok yang benar-benar tulus menjalin hubungan persahabatan.
Bahkan untuk mereka yang memiliki banyak teman sekalipun, tidak ada jaminan bahwa di antara mereka ada seorang sahabat yang benar-benar sejati.
Untuk menjadi seorang teman atau sahabat sejati, seseorang harus memenuhi kriteria dan kondisi tertentu, tergantung dari masing-masing pihak. Namun yang paling umum adalah sahabat sejati identik dengan sikap yang ikhlas dan selalu siap untuk menolong.
Menemukan sahabat sejati juga bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya, pada titik inilah hubungan persahabatan kamu dan dia akan diuji. Jika ia memang bisa melalui segala ujian tersebut dan menerima kamu apa adanya, maka besar kemungkinan ia adalah sahabat sejatimu.
13. Berusaha Jujur
Pada dasarnya, tidak ada satu jenis hubungan pun di dunia ini yang bisa bertahan tanpa kejujuran, terlebih dalam urusan persahabatan.

Tidak peduli apa, mereka akan berbicara apa adanya
Seorang sahabat yang sejati akan berusaha untuk jujur dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepada kamu, sekalipun itu terdengar menyakitkan. Orang-orang seperti ini tidak pernah berpikir untuk mengatakan hal-hal buruk di belakang kamu.
Ia akan selalu berusaha untuk menahan dirinya sehingga tidak terlibat dalam menyebarkan gosip atau rumor mengenai keadaan kamu. Selain itu, sikap jujurnya tersebut akan membuatnya selalu memberikan masukan dan kritik setiap kali kamu membutuhkannya, tanpa pernah membuat kamu tersesat demi keuntungan pribadi.
12. Mau Mendengarkan
Ciri-ciri sahabat sejati yang kedua adalah mau mendengarkan, tidak peduli apa yang sedang kamu bicarakan. Orang seperti ini juga selalu menyediakan waktu untuk bertemu.

Mereka tertawa dengan tulus mendengarkan ceritamu yang lucu
Tidak peduli seberapa sibuk dirinya, ia akan selalu berusaha untuk menyempatkan mendengarkan keluh kesahmu, bahkan basa-basimu sekalipun.
Tidak peduli sudah berapa kali kamu membicarakan hal yang sama, ia tetap saja akan mendengarkan hal tersebut. Dia selalu sabar mendengarkan dan tidak menghakimi kamu berdasarkan apa yang kamu sampaikan.
11. Siap Membantu
Apakah kamu memiliki seorang sabahat yang selalu ada saat kamu membutuhkan bantuan? Jika ya, maka besar kemungkinan ia adalah sahabat sejatimu.

Mereka selalu ada waktu untuk membantu hal konyol sekalipun
Jika ia ternyata tidak bisa membantu dikarenakan adanya keterbatasan, maka ia tetap mendukung apapun keputusan yang kamu buat. Sahabat sejati adalah orang yang senantiasa menempatkan kepentingan kamu di atas kepentingannya sendiri.
Terdengar gila memang, tapi itulah seorang sahabat sejati.
10. Memberi Ruang
Ia adalah sosok yang selalu ada saat kamu membutuhkannya, namun ia juga bisa memahami bahwa kamu memiliki waktu untuk sendiri.

Mereka tahu waku Me Time buat mu
Seperti inilah sahabat sejati itu, orang yang tidak pernah mengganggu kepentingan pribadi kamu. Selain itu, ia juga tidak pernah menganggap kehadiranmu sebagai sosok pelengkap saja, hal yang kemudian mendorongnya untuk memperlakukan kamu sebaik mungkin.
Pada akhirnya, kamu akan melihat seorang sahabat yang selalu menghargai dan mampu memberi ruang saat kamu membutuhkannya.
9. Tak Bersaing
Selain mampu memberi ruang, ciri-ciri sahabat sejati bisa pula terlihat dari sikapnya yang tidak ingin bersaing. Sekalipun situasi memaksa kalian untuk saling bersaing, maka ia akan melakukannya secara sehat.

Persaingan bukanlah sebuah hal yang mereka perhatikan
Inilah sifat mereka, sifat yang membuatnya merasa senang ketika kamu meraih keberhasilan dan kebahagiaan. Orang-orang seperti ini justru lebih senang untuk membuka peluang bagi kamu, namun tak senang jika melihat kamu terpuruk.
Berbeda dengan orang-orang yang biasa kamu temui di sekolah atau tempat kerja, sahabat sejati memiliki sebuah ikatan emosional yang kuat dan tidak pernah tertarik untuk bersaing denganmu dalam berbagai hal.
Jadi, saat ada seorang teman yang merayakan keberhasilan kamu dengan suka cita, maka berbahagialah. Besar kemungkinan ia adalah sosok sahabat sejati yang selama ini kamu cari.
8. Senang Jika Kamu Senang
Melihat sikap seorang sahabat sejati yang tidak ingin bersaing, bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa sahabat sejati itu adalah orang yang merasa senang jika kamu merasakan kesenangan.

Sahabat sejati akan merasakan juga kebahagiaan kamu
Ia benar-benar mencintai dan menyayangi kamu dengan tulus serta merasakan suka cita yang mendalam saat sesuatu yang membahagiakan terjadi dalam kehidupanmu. Sehebat apapun keberhasilan yang kamu capai, sahabat sejati tidak akan pernah merasa iri hati terhadap hal tersebut.
7. Selalu Ada
Selalu ada yang dimaksud bukan hanya soal mereka yang bisa selalu menemani kamu jalan atau nongkrong di luar saja, tapi juga mereka yang selalu ada dalam berbagi masalah.
Seorang sahabat sejati tahu bahwa kamu dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan. Ia adalah sosok yang selalu ada di dekatmu secara fisik dan emosional, baik saat diminta ataupun tidak.
6. Beradaptasi
Ciri-ciri sahabat sejati bisa juga kamu ketahui lewat kemampuannya beradaptasi terhadap kepribadian serta lingkungan kamu. Sikap tulusnya dalam menjalin hubungan persahabatan akan mendorongnya untuk menjadi bagian dari kehidpan kamu. Hal inilah yang kemudian membuatnya peduli terhadap segala yang terjadi dalam hidupmu.

Dia bisa beradaptasi terhadap kelakuanmu yang gila
Perlu diingat bahwa kemampuan beradaptasi di sini bukan soal memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup tertentu, karena hal tersebut justru mengindikasikan bahwa ia memiliki motivasi lain dalam menjalin hubungan denganmu.
5. Dapat Kamu Percaya
Sahabat sejati tidak akan pernah mengambil rejeki, kepribadian, hingga pasangan kamu. Dia tidak akan pernah merusak reputasi kamu di luar.
Dia adalah orang yang akan memberi tahu saat ia cemas akan kondisi kamu kemudian berusaha melakukan sesuatu yang bisa membantumu melewati situasi tersebut. Dia adalah sosok yang bisa kamu percaya. Tempat yang pas untuk bercerita mengenai segala rahasia dan kegelapan dalam hidupmu.
4. Seru dan Menarik
Ada sejumlah orang yang terlihat seru dan menarik dari awal perkenalan. Hal ini kemudian membuat kamu tertarik untuk mengenalnya lebih jauh dan membangun hubungan persahabatan.

Senang sedih selalu bersama
Nah, kondisi ini menandakan bahwa kalian memiliki kecocokan serta minat yang sama. Dalam artian lain, kalian membangun hubungan persahabatan itu berlandaskan kesukarelaan, dan inilah pondasi utama dari sebuah hubungan yang sejati.
3. Mendukung Cita-Cita
Ciri-ciri sahabat sejati yang sangat bisa kamu lihat adalah ketika ia mengerti akan apa yang kamu inginkan dalam hidup. Dia mengerti, memahami, dan membantu kamu untuk meraih apa yang sudah kamu rencanakan.

Mereka selalu mendukung apa yang kamu impikan
Dia tidak akan pernah merubah apalagi menggiring kamu ke dalam kondisi yang membuatmu merasa tidak nyaman. Dia juga tidak merelakan kamu melakukan hal-hal yang bisa membuatmu kehilangan sesuatu yang berharga. Intinya, dia adalah orang yang selalu mendukung apapun yang kamu inginkan.
2. Menerima Kamu Apa Adanya
Di dalam sebuah hubungan, termasuk persahabatan, sikap saling menerima dan setia merupakan hal yang berkaitan. Sahabat sejati akan menerima kamu begitu saja, tanpa protes. Dengan sendirinya, ia bisa belajar dan menemukan cara untuk mengatasi kekurangan, bahkan keanehan sikapmu.
Dia akan menjadi sosok yang sabar saat kamu melakukan kesalahan yang fatal sekalipun. Dan yang paling penting, dia bisa belajar untuk memaafkan saat kamu menyakitinya.
1. Menikmati Kebersamaan
Dengan seorang sahabat sejati, kamu bisa selalu menikmati waktu, membuatmu bisa menghargai setiap detik saat bersama dengannya.

Sahabat sejati selalu menikmati kebersamaan
Jika ia bisa membuatmu merasa bahagia saat bersama, maka ia sudah bisa disebut sebagai sahabat sejati. Ia adalah orang yang menaruh rasa peduli, kasih, dan harapan kepada hidupmu sehingga rasa kebersamaan tersebut bisa terbentuk.


Komentar

a3 mengatakan…
selamat membaca.
Predy Siswanto mengatakan…
widih, wkwkwk